-mumble talks-

those thoughts before eyes closed at night


are you from around here?

gue sedang menunggu angkot di jalan merdeka.
jalan yang rame sama kendaraan, tapi ga begitu dengan pejalan kaki.
i was waiting for angkot RB, when suddenly a car pulled up in front of me.

“misi, minta informasi. telkom dimana ya?”

i walked closer.

“di depan ada segitiga, bapak belok kanan. lurus sampe ketemu segitiga lagi, ambil kanan lagi. dari situ plasa telkom ga jauh. ada di sebelah kanan posisinya”

gue mencoba menjelaskan as clearly as i could. dan si bapak tadi mengulangi, “jadi segitiga belok ke kanan..” dia diam, gue meneruskan “iya, lalu lurus nanti kanan lagi.”

“kamu mau kemana?” tanya bapak tadi.

kaget, gue merespon “hah? eh.. engga kok saya deket cuma ke depan sana aja.”

“yaudah naik.” kata bapak tadi dengan tatapan tegas.

“hah? gausah pak. saya deket kok tinggal naik itu (maksutnya angkot).”

“yaudah naik aja, nanti saya anterin.”

kacau, kaget, i was a victim of situation. gue naik ke mobil bapak tadi. tanpa menatap matanya. tanpa menyamankan posisi duduk gue yang asal duduk.

lalu bapak itu engaged me in a conversation.

stranger : “nyari telkom susahnya setengah mati.”
gue : “emang bapak dari mana?”
stranger : “dari jakarta.”
dan konversasi kita terus berlanjut, sampai ke tahap nanyain gue kelas berapa.

dan itu membuat gue tambah ga nyaman. stranger? nanyain umur? mencurigakan.

sampai di segitiga kedua dan akhirnya gue bilang,

“bapak turunin saya disini. plasa telkom ada di depan.”
“sebentar ya, disini wilayah dilarang parkir.”
*panik*
“itu di depan ada rumah sakit, gedung telkom di belakang nya. saya turun disini aja.”

bapak itu mulai memelankan mobilnya, sambil masih bertanya mana rumah sakit yang gue maksut dan mana gedung telkom yang dia cari.

“oh! itu dia! kamu dari sini kemana?”
sambil siap2 buka pintu mobil gue jawab,
“ah? saya nunggu orang disini.”
“loh? jadi nanti kamu bbm lagi gitu orangnya?”
“iya.”
lalu gue buka pintu dan turun.
“makasih ya. sukses buat UI nya.”
gue menutup pintu.


 

jadi, apa yang mau gue tulis adalah gimana perubahan sikap orang yang tinggal di daerah urban. prasangka buruk terhadap orang yang ga dikenal ga bisa di hindari. seperti apa yang gue alami hari ini. pada awalnya, saya sudah waspada bahwa bapak tadi menyimpan niat buruk, tapi ternyata bapak tadi hanya lelah udah muter2 ga ketemu2 apa yang dicari, jadinya dia nyuruh gue naik untuk memastikan bahwa kali ini dia bener-bener bakal ketemu gedungnya. bapak tadi nanya-nanya hanya untuk membuat situasinya less awkward.

we need to be careful, but also need to be kind.

be courteous, yet be cautious



Leave a comment