malam ini purnama
dari pelupuk mata tampak sinar bulan
sempurna
andai saja tidak ada hiruk pikuk Sukajadi
andai saja tidak ada keramaian
hanya aku dan kamu
menikmati terpaan angin
meniupkan aroma tubuhmu yang ternyata masih membekas
sempurna
andai saja
katakan bulan,
mengapa?
mengapa begitu mudah untuknya
purnama itu perlahan pergi
bersembunyi dibalik awan yang menyelimutinya perlahan
pengecut.

Leave a comment