
be careful who you tell your stories to.
sesungguhnya, cerita yang kita bagi ke orang lain itu tidak hanya sebatas untuk melepas penat.
terkadang tanpa disadari, seseorang bercerita hanya karena sebatas merasa butuh untuk bercerita. padahal, cerita tersebut telah di ceritakan ulang demi ulang hingga batas nyatanya menjadi blur.
cerita yang diperdengarkan oleh satu pihak saja, sudah jelas akan bias. apalagi jika ceritanya terus menerus diceritakan, pasti akan semakin memihak. sampai-sampai dalam agama pun apabila ada konflik antara dua pihak, sebaiknya diselesaikan dengan melibatkan pihak ketiga.
ketika bercerita tentang masalah kita ke orang lain, kita tidak hanya berbagi rahasia dan aib kita, tetapi kita juga bercerita tentang rahasia orang yang terlibat dalam cerita kita.
dan.. disini poin pentingnya. orang itu belum tentu ridho apabila cerita itu diketahui oleh orang lain.
jadi, dewasalah dalam bercerita dan berbagi.
not everything that needs to be said, must be heard.

Leave a comment