
rambut pirang tergerai menjadi fokus pertamaku kala itu.
terlihat dia sudah menunggu di pelataran teras, memandangi laut sambil sesekali memandangi kopi pesanannya.
“hai”, sapaku.
“oh hi.” katanya sedikit terkejut, lalu berdiri
“sorry i’m late” ujarku.
“it’s fine. i haven’t been waiting long” jawabnya sambil tersenyum.
senyumnya… tak ada kata yang tepat untuk aku gambarkan senyumnya. hangat, tapi tegas. menarik.
tapi….sebaiknya cerita ini ku simpan sendiri.

Leave a comment