-mumble talks-

those thoughts before eyes closed at night


Kontemplasi Sore Hari

Sore ini aku berjalan ke arah Canary Wharf dengan M sambil aku mengeluarkan isi pikiranku.

Aku tidak mau men-diskreditkan diriku sendiri. Aku tidak mau apabila aku merasa bahwa pencapaianku (yang mungkin buat orang lain bukan merupakan pencapaian, dan bahkan mungkin aku sendiri punya tendensi untuk melihatnya bukan sebagai pencapaian) bukan apa-apa.

For instance, aku tidak mau hingga aku merasa bahwa kuliahku di UK itu biasa saja. Mungkin memang bukan pencapaian luar biasa, tetapi ga semua orang bisa kuliah ke luar negeri. Even untuk yang bisa afford kuliah ke luar negeri, belum tentu mampu berkompetisi untuk kuliah di kampusku (bukan meninggikan kampusku loh ya) dan untuk yang beruntung dan bisa berkompetisi untuk diterima di kampusku, belum tentu bisa afford kuliah ke luar negeri.

Disini aku banyak encounter dengan orang yang ga hanya intelek, tapi juga tajir. Berada di lingkungan seperti ini, ada tendensi untuk merasa bahwa itu semua biasa saja. Ya karena di circle itu, semuanya kurang-lebih sama alhasil banyak hal yang terlihat jadi biasa saja (karena semua orang memiliki or mengalami hal yang sama). However, apabila lensanya diperluas, hal tersebut sebenarnya merupakan sebuah privilege yang ga semua orang punya.

Aku gamau hal ini jadi cloud my judgment. Aku gamau aku jadi merendahkan orang lain, karena aku ngerasa orang lain harusnya tau hal yang aku tau. Aku gamau menganggap suatu hal merupakan common knowledge padahal secara tidak sadar aku tau hal itu karena aksesku ke informasi itu merupakan sebuah privilege atau simply karena encounter-ku ke informasi itu merupakan konsumsi daily sedangkan untuk orang lain belum tentu. Sama seperti halnya aku yang tidak mau direndahkan oleh orang lain ketika aku bertanya akan hal yang sederhana, sepatutnya aku tidak merendahkan orang lain apabila orang tersebut bertanya hal yang kebetulan aku tau.

Curiosity should be rewarded, not punished.



Leave a comment