8/17/2016

“ternyata kalo lg bermasalah dan bimbang, itu bener2 di tes ya kedewasaannya. gimana kita yg sendirian, berusaha sebaik mungkin buat ga panik

dan untuk orang yg gampang panik, butuh bgt orang yg bisa bilang “apa sih lo lebay deh” sambil di rangkul dan diyakinin kalo everthing’s ok

but i guess i’m not in the position to ask for anybody’s company”

Mengatasi Masalah Lingkungan pada Pertambangan dengan Kunci Ajaib

mineObjek dari usaha pertambangan adalah sumber daya mineral yang pengelolaannya harus memerhatikan empat aspek: pertumbuhan (growth), pemerataan (equity), lingkungan (environment), dan konservasi (conservation). Pertambangan memiliki efek negatif terhadap lingkungan, salah satunya adalah perubahan topografi yang mengganggu keseimbangan ekologi. Efek lain ialah pencemaran. Pencemaran suara meningkatkan level stres, pencemaran udara mengganggu sistem pernapasan, dan pencemaran air memengaruhi metabolisme tubuh. Ketiga pencemaran tersebut berakibat langsung pada kesehatan masyarakat sekitar lokasi penambangan. Selain dampak, terdapat pula risiko kecelakaan apabila keselamatan kerja dan kondisi geologi lapangan tidak diperhitungkan dengan baik.

Dalam mengurangi dampak dan risiko pertambangan, terdapat faktor penting yaitu pemerintah sebagai penerbit izin serta pengawas pertambangan. Selain itu, perusahaan tambang berperan dalam melakukan studi sebelum penambangan, monitoring, dan evaluasi rutin terhadap pekerja, alat, dan lingkungan kerja pada proses penambangan serta pasca tambang. Pertambangan harus mematuhi UU No.22 Tahun 2001 yang menyatakan bahwa salah satu asas penyelenggaraan kegiatan usaha pertambangan ialah berwawasan lingkungan.

Terdapat “magic key” untuk mencegah risiko dan dampak kegiatan pertambangan, yaitu AMDAL. Apabila perusahaan tambang melaksanakan RKL pada dokumen AMDAL dengan baik, maka aspek lingkungan pada usaha pertambangan dapat terpenuhi.

a letter that i’ll never send

letterTell me,

did you feel this empty?

pulang pada akhir pekan, lalu kembali mengepak barang saat minggu tiba

mungkin kau tak tau,

tapi kita berdua bukanlah orang yang pandai berucap kata

kenyataannya, tak ada satupun dari kita yang pandai melukiskan apa yang kita rasa dalam kalimat

mungkin kau akan tau,

tak ada yang bermaksut untuk saling menyakiti. Hanya ego dan gengsi yang merasuki hingga kita lupa diri.

Aku tak tau,

apa yang kau pikirkan. Katakan, apa yang kau pertimbangkan? sudah semakin kelabu hari yang kau jalani. Tidakkah kau ingin mewarnainya sedikit dengan melonggarkan urat leher yang mengencang?

Aku tak mengerti,

apa yang harus aku lakukan? Lelah sudah batin terrenggut waktu. Tak mudah bagiku untuk mengalah, kau tau itu. Mengapa tak dengarkan saja dan coba untuk resapi di setiap pori2mu?

katakan,

apa kau mencoba menutupi lubang dalam jiwa yang semakin menganga? Apa kau merindukan sentuhan tangan hangat di tiap pagimu? Sadarkah kau setiap kata asing yang kau coba lontarkan indah setelah matahari terbenam mungkin tak akan cukup untuk menutupi lubang di jiwamu itu?

Tell me now,

Do you feel this empty?

are you from around here?

gue sedang menunggu angkot di jalan merdeka.
jalan yang rame sama kendaraan, tapi ga begitu dengan pejalan kaki.
i was waiting for angkot RB, when suddenly a car pulled up in front of me.

“misi, minta informasi. telkom dimana ya?”

i walked closer.

“di depan ada segitiga, bapak belok kanan. lurus sampe ketemu segitiga lagi, ambil kanan lagi. dari situ plasa telkom ga jauh. ada di sebelah kanan posisinya”

gue mencoba menjelaskan as clearly as i could. dan si bapak tadi mengulangi, “jadi segitiga belok ke kanan..” dia diam, gue meneruskan “iya, lalu lurus nanti kanan lagi.”

“kamu mau kemana?” tanya bapak tadi.

kaget, gue merespon “hah? eh.. engga kok saya deket cuma ke depan sana aja.”

“yaudah naik.” kata bapak tadi dengan tatapan tegas.

“hah? gausah pak. saya deket kok tinggal naik itu (maksutnya angkot).”

“yaudah naik aja, nanti saya anterin.”

kacau, kaget, i was a victim of situation. gue naik ke mobil bapak tadi. tanpa menatap matanya. tanpa menyamankan posisi duduk gue yang asal duduk.

lalu bapak itu engaged me in a conversation.

stranger : “nyari telkom susahnya setengah mati.”
gue : “emang bapak dari mana?”
stranger : “dari jakarta.”
dan konversasi kita terus berlanjut, sampai ke tahap nanyain gue kelas berapa.

dan itu membuat gue tambah ga nyaman. stranger? nanyain umur? mencurigakan.

sampai di segitiga kedua dan akhirnya gue bilang,

“bapak turunin saya disini. plasa telkom ada di depan.”
“sebentar ya, disini wilayah dilarang parkir.”
*panik*
“itu di depan ada rumah sakit, gedung telkom di belakang nya. saya turun disini aja.”

bapak itu mulai memelankan mobilnya, sambil masih bertanya mana rumah sakit yang gue maksut dan mana gedung telkom yang dia cari.

“oh! itu dia! kamu dari sini kemana?”
sambil siap2 buka pintu mobil gue jawab,
“ah? saya nunggu orang disini.”
“loh? jadi nanti kamu bbm lagi gitu orangnya?”
“iya.”
lalu gue buka pintu dan turun.
“makasih ya. sukses buat UI nya.”
gue menutup pintu.


 

jadi, apa yang mau gue tulis adalah gimana perubahan sikap orang yang tinggal di daerah urban. prasangka buruk terhadap orang yang ga dikenal ga bisa di hindari. seperti apa yang gue alami hari ini. pada awalnya, saya sudah waspada bahwa bapak tadi menyimpan niat buruk, tapi ternyata bapak tadi hanya lelah udah muter2 ga ketemu2 apa yang dicari, jadinya dia nyuruh gue naik untuk memastikan bahwa kali ini dia bener-bener bakal ketemu gedungnya. bapak tadi nanya-nanya hanya untuk membuat situasinya less awkward.

we need to be careful, but also need to be kind.

be courteous, yet be cautious

(s)he’s out of my league

out of reach

 

why do we tend to fall for people who are out of our league?

 

ketika kita jatuh hati, biasanya kita jatuh hati pada penampakan luar nya. entah wajahnya, gayanya, atau sikapnya.

buat orang yang mediocre, jatuh cinta kepada orang yg diluar jangkauan sering terjadi. buat gue pribadi, hal ini udah beberapa kali gue alami.

orang yang mediocre? maksut gue mediocre disini, physically mediocre. kalo outer shell kita selaku orang yang jatuh cinta kurang menarik, ya jadinya fall for somebody who is out of our league, like humans who fall for gods/godesses.

 

falling for people who are out of our league most likely ga berlaku buat orang-orang yang memang menduduki posisi puncak dalam piramida percintaan.

and who are these people on top of the “love-life pyramid”?

1. attractive people

2. orang-orang yang sudah terbiasa menjalani hubungan

 

– attractive person falls for other attractive person? itu sih normal. mereka berada dalam relung yang sama, bukan jauh dari jangkauan.

– buat orang-orang yang memang biasa menjalin hubungan dengan opposite sex, ketika mereka jatuh hati kepada gods/godesses, biasanya ga begitu sulit buat mereka dekat dengan orang itu. entah mengapa in our society, orang yang punya banyak pengalaman dalam menjalin hubungan lebih menarik dibanding yang baru sesekali pacaran. chance for them to fall for people who are out of their league is relatively small. karena kalo jatuh cinta sama orang dan orang itu nanggepin, jadinya bukan fall for people who are out of their league kan?

 

beberapa hari yang lalu, gue nonton film keluaran tahun 1999 dengaan judul 10 things i hate about you. Di film itu, Joseph Gordon-Levitt (Cameron), jatuh cinta sama Larisa Oleynik (Bianca). Cameron udah berusaha mati-matian biar bisa ngedate sama Bianca, tapi dia mulai hopeless, karena Bianca is rooting for a guy named Joey. lalu temannya Cameron, bilang :

“See first of all, Joey is not half the man you are. Secondly, don’t let anyone ever make you feel like you don’t deserve what you want. Go for it.”

di film ini, Cameron itu culun, saingan sama Joey yang seorang model, buat dapetin Bianca yang flawless. walaupun begitu endingnya kebaca lah yaa, bahwa Cameron berhasil mendapatkan Bianca yang notabene out of his league, walupun Cameron sendiri sebenernya gasadar kalo dia “berbeda level” dengan Bianca.

 

lalu.. kenapa sih kita fall for people who are out of our league?

menurut seorang teman, alasannya karena “disekitar kita ga ada yang bagus lalu jadinya suka sama yang out of our league atau bisa juga kaya gasadar kemampuan diri kaya udah tau jelek expect nya ke yang cakep ya mana kejadian.”

setelah gue pikir-pikir, jawaban pertanyaan “why do we fall for people who are out of our league” itu sebenernya simpel, mindset.

Tuhan berfirman, semua manusia sama di mata-Nya. bayangkan kalo manusia juga punya mindset kayak gini, kita gabakal ngerasa fall for gods/godesses, karena kita bakal ngerasa se-level dengan manusia-manusia lainnya. ga akan ada yang bilang s(he) is out of my league. kayak si Cameron tadi, yang berani saingan sama Joey buat dapetin Bianca.

 

lalu kalau gitu… kenapa beberapa orang tidak membalas cinta kita?

menurut Ika Natassa (writer of best-selling books such as Antologi Rasa), it’s because they don’t deserve our love.

 

 

lalu.. harus ga sih we lowered our standards in order to actually be in a relationship?

setelah mengambil keputusan besar hari ini, gue bisa jawab pertanyaan itu dengan jawaban : no, we don’t have to. why settle for less when you deserve the best?

 

 

Katarina “Kat” Stratford

9959980

  • I hate the way you talk to me, and the way you cut your hair.
    I hate the way you drive my car, I hate it when you stare.
    I hate your big, dumb combat boots and the way you read my mind.
    I hate you so much it makes me sick — It even makes me rhyme.
    I hate the way you’re always right. I hate it when you lie.
    I hate it when you make me laugh — Even worse when you make me cry.
    I hate it when you’re not around. And the fact that you didn’t call.
    But mostly I hate the way I don’t hate you — Not even close, not even a little bit, not even at all.

guten morgen

 

Image

“all the books you’ve read have been read by other people.

and all the songs you’ve loved have been heard by other people.

and that guy that’s handsome to you is handsome to other people.

and you know that if you looked at these facts when you were happy,

you would feel great because you are describing “unity”. it’s like

when you are excited about a guy and you see a couple holding hands,

and you feel so happy for them. and other times you see the same couple,

and they make you so mad. and all you want is to always feel happy for them

because you know that if you do, then it means you’re happy, too.”